Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 01 Januari 2011

Pre Nursery

UMUM
Potensi produksi tanaman kelapa sawit dalam 25 tahun masa produktifnya sangat tergantung kepada kondisi awal tanaman, yaitu 12 bulan pertama mulai dari pemibitan hingga penanaman di lapangan. Kondisi awal yang penting untuk perkembangan tanaman  ialah tersedianya bahan tanaman yang seragam, bermutu tinggi  dan ditanam secara benar dalam kerapatan yang sesuai.
Kesalahan yang dilakukan didalam pembibitan mengakibatkan bibit kelapa sawit abnormal dapat tertanam ke lapangan, tanaman sawit abnormal tersebut sangat sulit direhabilitasi menjadi tanaman sawit berkualitas baik.

 TUJUAN
Persemaian (pembibitan awal) dilaksanakan dengan tujuan agar pemeliharaan semai lebih mudah karena arealnya lebih kecil, menghemat pengisian kantong plastik besar dengan sudah terseleksinya kecambah serta memberikan waktu yang cukup untuk pengisian ke polybag di pembibitan utama.

MEKANISME (prosedur tahapan pembuatan pre nursery)

Areal pre-nursery dibuat menyatu dengan areal main-nursery, pada situasi tertentu pembuatan pre-nursery boleh terpisah dengan main-nursery dan ditempatkan di sekitar lokasi pemukiman karyawan, dibawah pengawasan yang ketat dari kepala kebun.
Jadwal kegiatan pembangunan dan perawatan pre-nursery
  1. membangun bedengan dan naungan
  2. membangun gudang dan barak karyawan
  3. memasang instalasi air
  4. mengisi baby bag dengan tanah dan menyusun kedalam bedengan
  5. menanam kecambah
  6. memupuk bibit
  7. merawat bibit
Persiapan pre-nursery
  1. Lokasi pre-nursery harus berdekatan dengan main-nursery, lokasi ini harus dibersihkan dari gulma serta diratakan tanahnya
  2. Dibuat bedengan dengan ketentuan
-          Arah bedengan memanjang dari barat ke timur.
-          Panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lapangan (10 – 20 meter)
-          Lebar bedengan 1,2 meter.
-          Jarak antar bedengan 0,6 – 1,0 meter untuk jalan kontrol dan karyawan melakukan aktifitas pemeliharaan.
-          Tepi bedengan dibuat palang dari papan  dengan ukuran p ~ 10-20 meter;   l ~ 10 cm; t ~ 2 cm, pemasangan papan diberi patok dari sebelah luar dan dalam sehingga papan selalu dalam posisi sejajar dan tidak mudah roboh.
-          Guludan tanah diratakan karena bisa mempersulit drainase.
Kebutuhan bahan tanaman dan luas areal pre-nursery
Luas Penanaman (Ha/tahun)
Kebutuhan Kecambah (butir)
Luas pre-nursery ( Ha )
500
90,000
0,2
1000
180,000
0,4
1500
270,000
0,5
2000
360,000
0,7
2500
450,000
0,9
3000
540,000
1,0

Naungan
Untuk pre-nursery, naungan mutlak diperlukan kendatipun pengaturan penyiraman & kondisi stock air (debet) mencukupi sepanjang masa di pre nursery.

Ketentuan ukuran naungan
-          Bahan naungan bisa memakai pelepah daun sawit atau plastik net atau semacamnya dengan 60 % shade (kegelapan).
-          Tinggi tiang atap k.l  2 meter (dengan bagian tiang yang tertanam kedalam tanah sedalam 0,3 meter) dan lebar jarak antara 2 tiang  kl 2 meter.
-          Pada kira-kira 10 minggu setelah tanam (dipedomani tumbuh 2 daun), naungan ber angsur-angsur dikurangi setiap selang waktu 4 hari, naungan dikurangi seperempatnya dan dalam waktu 2 minggu naungan sudah hilang semua.
-          Tidak dibenarkan memakai naungan yang terlalu gelap (> 60 % shade) dan naungan harus dibongkar setelah 10 minggu sejak penanaman kecambah.

Pengisian baby bag di pre-nursery
-          Babybag untuk pre-nursery berukuran pj = 23 cm, lb = 14 cm, tb = 0,1 mm berwarna hitam dengan terdapat lubang-lubang drainase.
-          Kebutuhan babybag per ha tanaman di lapangan 200 lembar ditambah 2 %
-          Tanah yang digunakan untuk media adalah tanah lapisan atas (top soil) ~ 0 – 10 cm, gembur, subur serta tidak tercampur batu-batuan dan kerikil
-          Tanah yang bercampur liat berat dianjurkan dicampur pasir dengan perbandingan 1 : 3 (1 bagian pasir + 3 bagian tanah).
-          Top soil diayak dengan ayakan 0,5 – 1,0 cm untuk memisahkan bongkah-bongkah tanah, sisa-sisa akar dan kerikil, tumpukan tanah yang telah diayak diusahakan tidak kehujanan sebelum pengisian ke babybag (ditutup plastik dsb).
-          Tanah yang telah diayak dicampur dengan pupuk RP sebanyak 10 gram/ babybag (4,5 m3 tanah diberi 10 kg RP untuk 1000 baby bag) atau pupuk lainnya yang setara dengan dosis RP; pada saat pencampuran, tanah harus kering dan pencampuran dengan pupuk RP harus merata.
-          Tanah harus berkualitas baik, apabila tidak tersedia di lokasi pembibitan harus dicari dari tempat lain.
-          Isikan tanah ke dalam babybag sebanyak k.l 1 – 1,5 kg/ babybag kemudian dipadatkan dengan tangan (tidak dibenarkan mengisi tanah basah apalagi berkadar liat tinggi kedalam babybag karena akan terjadi pemadatan yang berakibat buruk terhadap pertumbuhan akar).
-          Permukaan tanah harus berjarak 1-2 cm dari bibir atas babybag.
-          Babybag disusun rapat dan rapi sehingga membentuk bedengan dengan muatan 12 babybag melebar dan panjangnya tergantung pada jumlah bibit per nomor kelompok.
-          Pinggiran bedeng dipasang palang kayu agar babybag tidak roboh, antara bedengan dibuat jalan kontrol dengan lebar 0,6 – 1,0 meter memanjang persemaian; barisan babybag paling pinggir terletak 30 cm dari tepi atap naungan.
-          Pengisian babybag harus siap minimal 1 (satu) minggu sebelum kecambah ditanam dan disiram setiap hari sampai waktu penanaman kecambah.

Identifikasi jenis bibit ( papan label)
Tujuan 
-          identifikasi jenis dan sumber bibit.
-          mengetahui keseragaman usia di pembibitan untk keperluan penanaman di lapangan.
-          mencatat jumlah bibit dan seleksi.

Penanaman kecambah di pre-nursery
  1. Kecambah yang diterima dikebun harus segera ditanam pada hari itu atau paling lama 1 (satu) hari setelah kecambah diterima. Keterlambatan penanaman akan mengakibatkan kerusakan atau kelainan pada kecambah, al :
-          Bakal akar dan daun menjadi panjang sehingga menyulitkan penanaman.
-          Bakal akar dan daun menjadi patah.
-          Kecambah akan menjadi busuk karena terserang cendawan.
-          Kecambah akan mati/ kering karena kekurangan air dan oksigen.
  1. Kecambah yang masih dalam bungkusan plastik sebelum dibuka terlebih dahulu di pisah-pisahkan sesuai kelompoknya. Sebelum ditanam semua bungkusan plastik kecambah dibuka dan disimpan ditempat yang sejuk.
  2. Penanaman kecambah dilakukan per kelompok, sebelum penanaman kecambah  babybag yang telah terisi tanah disiram terlebih dahulu.
  3. Hanya kecambah normal yang ditanam kedalam babybag, ciri kecambah normal dapat dibedakan dengan jelas antara pucuk dan akar; pucuk bentuknya runcing sedangkan akar agak tumpul dengan panjang 8-25 mm berwarna putih gading (lebih tua dari warna pucuk) dengan posisi saling bertolak belakang.

Cara-cara penanaman kecambah
-          buat lubang tepat ditengah babybag sedalam 2,0-2,5 cm dengan menggunakan jari telunjuk atau kayu berdiameter 1,5 cm.
-          letakkan kecambah dengan posisi bagian akar disebelah bawah dan pucuk menghadap keatas.
-          timbun kembali dengan tanah setebal 1,0-1,5 cm dan tidak boleh dipadatkan terlalu kuat.
-          kecambah yang belum jelas perbedaan bakal akar dan daunnya dapat ditunda penanamannya sedangkan kecambah yang terlalu panjang akarnya dapat dipotong 5 cm dari pangkalnya.
-          setelah selesai peananaman harus segera dipasang papan label berdasarkan nama kelompok kecambah yang ditanam.
Penyiraman
Penyiraman adalah salah satu perlakuan pemeliharaan yang terpenting dan harus dilaksanakan dengan se baik-baiknya terutama dalam fase awal di pre-nursery.
-          Penyiraman bibit dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore), bila malam hari turun hujan  > 8 mm maka besok paginya tidak perlu disiram.
-          Untuk mendapatkan hasil penyiraman yang optimum penyiraman dilakukan selama 20 – 40 menit atau tanah sampai jenuh.
-          Penyiraman dilakukan dengan menggunakan selang air yang dilengkapi dengan kepala gembor ujungnya untuk mengurangi erosi pada permukaan tanah babybag (dapat juga memakai gembor dan persediaan air diambil dari drum yang ditempatkan pada setiap blok pre-nursery; atau dengan menggunakan selang poletin perforasi / sumisansui).

Estimasi kebutuhan air untuk bibit di pre-nursery
Umur bibit (bulan)
Setiap hari (liter)
Selama di pre nursery (liter)
Lama penyiraman (menit)
1
0,1
9
15 – 20
2
0,2
18
15 – 20
3
0,3
27
20 - 40











Pemupukan
Jadwal pemupukan bibit di pre-nursery
Bulan ke -
Minggu ke -
Urea
NPK 15-15-6-4
Satuan dosis
1
1
-
-


2
-
-


3
-
-


4
30
-
gram dlm 18 lt air/400
2
5
-
60
gram dlm 18 lt air/400

6
-
60
gram dlm 18 lt air/400

7
-
75
gram dlm 18 lt air/400

8
-
90
gram dlm 18 lt air/400
Jumlah
PN
0,075
0,7
gram / bibit
Sumber : The Oil Palm , International Potash Institute , no.12

Cara pemupukan      
-          larutan pupuk disiramkan dengan menggunakan takaran yang sudah disediakan.
-          selesai pemupukan segera diikuti penyiraman ringan untuk mencegah daun menjadi terbakar.
-          larutan pupuk dibuat lebih awal 2-4 jam sebelum digunakan untuk menjamin agar pelarutan pupuk sempurna.

Standard pertumbuhan bibit di pre-nursery
Umur bibit (bulan)
TINGGI (CM)
Diameter (cm)
JUMLAH DAUN
1
8,0 – 12,0
0,5- 0,6
1,0 – 2,0
2
14,0 – 15,0
0,7 – 1,0
2,5 – 3,0
3
18,3 – 20,0
1,1 – 1,3
3,5 – 4,0
Bulan ke 3 , apabila bibit masih belum dipindahkan ke main-nursery


Pengendalian gulma
-          Pengendalian gulma di pre-nursery hanya dilakukan dengan cara manual yaitu dengan cara mencabuti seluruh jenis gulma yang tumbuh dalam babybag.
-          Bersamaan dengan pengendalian gulma dilakukan penambahan tanah pada bibit doyong dan tersembul akarnya (konsolidasi).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar